BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dari ilustrasi penyusun neraca
(persamaan akuntansi) terlihat bahwa apapun transaksi yang dilakukan
perusahaan, semuanya akan berpengaruh pada neraca. Dan semua transaksi yang
dilakukan perusahaan dapat terlihat didalam neraca perusahaan. Tetapi, jika
setiap kali perusahaan melakukan transaksi dan staff akuntansi perusahaan harus
membuat neraca hal itu akan sangat merepotkan. Padahal dalam sehari praktiknya,
suatu perusahaan bisa terjadi belasan transaksi bahkan ratusan transaksi. Maka
dari itu diperlukan suatu media penolong yang dapat membantu staf akuntansi
untuk mencatat transaksi perusahaan tanpa harus menyusun neraca setiap
transaksi tersebut terjadi. Alat penolong itu disebut dengan perkiraan atau
akun.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
pengertian, tujuan, dari akun?
2.
Apa
bentuk, dan pengelompokan akun?
3.
Bagaimana
cara pengisian akun?
C.
Tujuan
Adapun tujuan dari penulis karya tulis ini,adalah sebagai berikut :
1.
Untuk
mengetahui tentang tujuan akun.
2.
Untuk
mengetahui bentuk-bentuk serta pengelompokan akun..
3.
Untuk
mengetahui tata cara pengisian akun.
D.
Manfaat
Sejalan dengan tujuan penilitian
laporan penulisan karya tulis ini,maka ada beberapa manfaat dan kegunaan baik
untuk penulis sendiri maupun untuk pihak lain. Diantaranya ialah:
1.
Dapat
digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai akun dalam akuntansi.
2.
Siswa
mengetahui serta memahami tentang akun.
3.
Siswa
dan Pembaca lebih mengenal tentang akun.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Akun
Akun adalah suatu media untuk
mencatat transaksi-transaksi keuangan atau sumber daya yang dimiliki perusahaan
secara spesifik seperti aktiva, hutang, modal, pendapatan, dan beban.
B.
Tujuan Penggunaan Akun
1.
Untuk
mencatat data-data yang muncul akibat transaksi perusahaan.
Yaitu dasar dari kegiatan penyusun laporan keuangan.
2.
Akun
memberikan informasi tentang operasi perusahaan dari hari ke hari.
Seperti, jumlah tagihan pada salah satu langganan atau jumlah total
tagihan, jumlah beban tenaga kerja, jumlah pendapatan, atau beberapa informasi
lainnya.
C.
Bentuk Akun
Secara
umum akun berupa tabel yang berisi dua kolom. Kolom kiri disebut debet,
sedangkan kolom kanan disebut kredit.
1.
Akun T
Akun T adalah akun yang
paling sederhana. Bentuknya seperti huruf T dimana di sisi kirinya
adalah sisi debet dan di sisi kanannya adalah kredit.
Bagian atas tabel diberi nama akun.
Akun T digunakan untuk
keperluan penjelasan mekanisme penggunaan akun dalam pengajaran akuntansi di
sekolah.
2.
Akun Dua Kolom
Sebenarnya
bentuk akun ini terdiri dari beberapa kolom. Disebut dua kolom karena terdiri
dari dua kolom utama, yaitu kolom debet dan kredit. Akun dua kolom adalah
pengembangan lebih lanjut dari akun T. Setiap kolom berisi kolom tanggal, kolom
keterangan, kolom referensi (Ref), dan kolom debit/kredit.
Kolom
debet dibagi lagi menjadi kolom tanggal, kolom keterangan, kolom referensi
dalam kolom debet. Demikian juga kolom kredit dibagi dengan kolom-kolom seperti
yang dimiliki kolom debet.
3.
Akun
Empat Kolom
Bentuk akun ini tidak
benar-benar hanya memiliki empat kolom. Bentuk akun ini disebut akun empat
kolom karena terdiri dari empat kolom utama yaitu kolom tanggal, kolom
keterangan, kolom debet, dan kolom kredit. Keunggulan dari akun empat kolom
adalah bahwa saldo akun tersebut dapat diketahui setiap tanggal, karena bentuk
akun ini mengharuskan akuntan untuk menghitung saldonya setiap saat.
D.
Pengelompokan Akun
1.
Akun
Neraca atau disebut akun riil
Adalah semua akun yang terdapat dalam neraca, seperti akun aktiva, akun
hutang, dan akun modal. Akun riil terus dilanjutkan atau diakumulasikan dari
waktu kewaktu.
2.
Akun
laba rugi atau disebut akun nominal
Adalah semua akun yang terdapat di dalam laporan labarugi, akun ini bersifat sementara dalam arti
hanya satu Periode akuntansi saja, pada periode akuntansi berikutnya sudah
mulai dengan yang baru. Akun ini mencakup akun pendapatan dan akun
beban.
E. Pedoman Pengisian Akun
Jika transaksi perusahaan dicatat
dengan menggunakan akun, terdapat suatu aturan baku didalam proses pengisian
dan pencatatannya. Aturan tersebut menjadi pedoman yang digunakan didalam
pengisian akun untuk semua jenis transaksi disemua jenis perusahaan. Pedoman
dalam mencatat transaksi perusahaan adalah dengan mengikuti aturan dibawah ini.
Jenis akun
|
Saldo normal
|
Pengurangan
|
Penambahan
|
Aktiva
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kewajiban
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Modal
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Pendapatan
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Beban
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Keterangan:
Ø
Untuk semua akun yang termasuk dalam
kolom aktiva, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi
debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di dalam sisi kredit.
Ø
Untuk semua akun yang termasuk dalam
kelompok akun hutang atau kewajiban, jika akun tersebut bertambah
nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya dimasukkan di
dalam sisi debet.
Ø
Untuk semua akun yang termasuk dalam
kelompok akun modal, jika akun tersebut bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi
kredit, jika berkurang nilainya maka dimasukkan didalam sisi debet.
Ø
Akun pendapatan atau
penjualan,
jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi kredit, jika berkurang nilainya
dimasukkan di dalam sisi debet.
Ø
Untuk semua akun yang termasuk dalam
kelompok akun beban, jika bertambah nilainya maka dimasukkan di sisi debet,jika
berkurang nilainya dimasukkan di dalam
sisi kredit.
Ø
Akun prive atau dividen, jika
bertambah nilainya maka dimasukkan di
sisi debet, jika berkurang nilainya dimasukkan di sisi kredit.
F.
Kode akun
Kode akun bertujuan untuk mempermudah pencatatan dalam membuat
laporan keuangan. Akun umumnya disusun
sedemikian rupa dan diberi kode, agar lebih mudah mencarinya dan mendapatkannya
kembali pada kelompoknya masing-masing.
Macam-macam kode akun:
a.
Kode Numeral
Kode numeral adalah pembuatan kode akun dengan
cara memberi nomor-nomor pada akun-akun secara berurutan.
b.
Kode Angka Blok
Kode angka blok adalah pembuatan kode akun dengan mengelompokkan akun
menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok diberi satu blok angka yang
berurutan sebagai kodenya.
c.
Kode Angka Desimal
Kode Angka Desimal adalah pembuatan kode akun dengan menggunakan sepuluh
angka dari 0 sampai 9. Dan, tiap-tiap angka menunjukkan kelompok, golongan, dan
jenis akun.
d.
Kode Mnemonik
Kode mnemonik adalah pembuatan kode akun
dengan menggunakan huruf-huruf.
e.
Kode Kombinasi Huruf dan Angka
Kode kombinasi huruf dan angka adalah pembuatan kode akun dengan
menggunakan kombinasi huruf dan angka. Pada umumnya huruf digunakan sebagai
kode kelompok dan golongan akun, sedangkan angka menunjukkan nama akun.
DAFTAR PUSTAKA